Chapter 1 - Dunia Sialan Ini | The Main Heroines are Trying to Kill Me

Chapter 1 – Dunia Sialan Ini

“Aku…sesuatu seperti ini tak pernah disebutkan di ramalan … ?”

Sambil membaca detail penalty yang mengerikan itu, aku buru-buru mengobrak-abrik ransel lamaku dan menarik selembar kertas usang.

Meskipun terlihat tidak berharga, kertas ini merupakan pusaka keluargaku yang telah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi hingga 1.000 tahun lamanya.

Lalu apa yang tertulis pada kertas usang yang menjadi pusaka ini?

Jawabannya dapat diketahui jika seseorang melihat patung sang Hero, terbesar di Kekaisaran, dan membaca ukiran yang tertulis di sana, yaitu:

Setelah peringatan 1.000 tahun hilangnya Raja Iblis, keturunannya akan muncul dan melahap dunia. Kamu memerlukan seorang Hero dengan kekuatan sepertiku untuk menghentikannya.

Tulisan tersebut merupakan wasiat dan ramalan resmi dari sang Hero, yang dikenal seantero Kekaisaran telah mengalahkan Raja Iblis yang asli.

Bagaimanapun, ramalan yang asli sebenarnya tertulis pada kertas ini.

Tentu saja isinya sama, sampai pada bagian ‘Kamu memerlukan Hero dengan kekuatan yang sama sepertiku;’ tetapi … mulai dari sana, kelanjutannya dirahasiakan dan dibukukan oleh keluargaku.

“Ayah, karakter-karakter ini terlihat seperti bukan kode rahasia, maupun tulisan kuno… disebut apa huruf-huruf yang terlalu berstruktur untuk disebut cipher ini?”
(TL/n: Cipher merupakan algoritma kriptografik, atau yah … sebut saja huruf-huruf aneh yang menjadi kode rahasia. Jika penasaran, silakan cari info selengkapnya di mesin pencari.)

“Ah … karakter-karakter ini disebut Hangeul.”
(*TL/n: Hangeul merupakan alfabet untuk menulis bahasa Korea.)

Sebagai referensi, ayahku menyebut karakter-karakter misterius ini ‘Hangeul’. Ayahku sangat menjunjung tinggi kehormatan sang Hero. Dia merasa bangga hanya dengan mengetahui nama karakter-karakter ini, berbeda dengaku yang kurang menyukainya karena terlihat rumit.

Omong-omong, berikut lanjutan isi tulisan yang dikenal sebagai ramalan sang Hero tersebut.

… dan Hero tersebut merupakan keturunan langsung dariku, yang akan lahir tepat 1.000 tahun setelah kematian sang Raja Iblis. Oleh karena itu, keturunanku di masa depan, jika kamu membaca tulisan ini, pastikan matamu terbuka lebar.

Seperti itulah, ketika aku membuka mataku lebar-lebar, gambar dan video berwarna muncul dan sebuah frasa menyapaku.

Ayo serang mulai dari sekarang.

Ya, Sang Hero Legendaris yang mengalahkan Raja Iblis 1.000 tahun yang lalu, yang mana leluhur keluarga kami, datang dari dunia lain.

Menurut ramalan sang leluhur, dia sedang memainkan sebuah ‘game’ bernama ‘Dark Tale Fantasy’, yang dia hina dengan menyebutnya sebagai ‘Game bajingan’, lalu tidak tahu kenapa dia kehilangan kesadarannya. Saat terbangun, dia berada di tempat yang familiar. Ya, dunia ‘Dark Tale Fantasy’ menjadi kenyataan.

Buku ramalan itu ditulis olehnya dengan karakter-karakter magis. Hanya keturunan langsungnya yang dapat melihat isi buku tersebut, melalui sihir ruang-distorsi, yang puluhan halaman panjangnya.

Kasarnya, itulah kisah leluhurku yang berhasil mencapai ‘Happy Ending’ menggunakan ‘Pengetahuan Game’ miliknya.

Omong-omong, hal terpenting yaitu adanya sequel di ‘game’ yang disebut ‘Dark Tale Fantasy 2’ di dunia asal leluhurku. Sequel tersebut disebut-sebut sebagai ‘dog shit game‘; ‘lebih buruk dari seri pertamanya’; dan ‘dibuat perusahaan untuk menyiksa para player’.
*TL/n: Anggap aja artinya game sialan. Selengkapnya silakan browsing sendiri (hehe).

Menurut leluhurku yang sudah familiar dengan konten ‘game’ tersebut, sang Hero harus menghancurkan dunia satu kali untuk mendapatkan ‘Happy Ending’.

Dengan begitu kamu bisa mendapatkan ‘Sistem’ dengan ‘Rute Tersembunyi’ dan mencapai ‘Happy Ending’.

Inilah alasanku melakukan hal-hal jahat di kehidupan sebelumnya dan menghancurkan dunia.

Tentu saja, aku merasakan rasa bersalah yang amat besar karena aku dibesarkan dengan baik oleh seorang ayah yang bangga bahwa aku adalah penerus langsung sang Hero … tapi mau bagaimana lagi? Jika bukan aku yang menghancurkan dunia maka Raja Iblis yang akan menghancurkannya.

Dengan demikian, setelah melakukan banyak tindakan mengerikan hingga Raja Iblis-pun lengah di saat-saat terakhirnya, aku menjadi seorang regresor dan memperoleh gelar ‘Jalan Sang False Evil’.

“Apa yang harus kulakukan … mereka akan sangat merepotkan …. Ha ….”

Aku memegang kepalaku dan mencoba mengingat-ingat para ‘Heroin Utama’ yang pastinya terbangun dengan ingatan mereka sebelumnya sekarang.

‘Sang jenius terhebat di benua yang akan menjadi Kanselor di masa depan, seseorang yang berpotensial menjadi Archmage terkuat satu kontinen, dan seorang Saintess yang hanya muncul sekali setiap ribuan tahunnya, seorang Warlock yang dapat menyelimuti dunia dalam kegelapan jika dirinya tidak terkena kutukan, dan seorang Putri Kekaisaran ….’

Tak peduli bagaimana aku memikirkannya, hal ini terasa sangat konyol hingga aku tak bisa menahan tawaku.

Jika aku bukan anggota keluarga sang Hero yang disegani dan putra pertama keluarga bangsawan dengan sejarah 1.000 tahun, aku mungkin sudah dibunuh dengan pisau di suatu tempat di jalanan tanpa belas kasihan sekarang.

Dan juga, bahkan posisi ini akan menjadi tidak berarti jika sang Putri sekarang bukan seorang yang berada di akhir garis suksesi takhta Kekaisaran.

Tentu saja, dalam beberapa tahun kedepan, sang Putri akan membalikkan posisinya menjadi yang pertama karena bakatnya yang luar biasa … tapi sekarang dia tak mungkin bisa melakukan hal-hal yang aneh padaku.

‘… Dia tidak bisa menyentuhku, kan?’

Lagipula, menurut informasi ‘game’ yang ditinggalkan leluhurku, para ‘Heroin Utama’ telah ditakdirkan untuk jatuh cinta padaku …. Hal ini telah disebutkan bahwa jika hal-hal berjalan lancar, aku bisa mendapatkan harem. Namun jangankan dapat harem, kelihatannya aku akan dibunuh oleh mereka.

Bagaimanapun caranya, aku harus berpikir keras agar dapat bertahan hidup dari para ‘Heroin Utama’.

‘Pertama … siapa yang terlihat paling darurat …?’

Pertama-tama, sejak besok merupakan hari upacara masuk akademi, kemungkinan aku bertemu dengan mereka di sana.

Hanya sang heroin yang akan menjadi tunanganku dan Kanselor di masa depan bisa dikecualikan. Jika ingatanku benar, saat ini dia sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Termasuk sang Archmage, sang Saintess, dan sang Putri saat ini, tentu saja aku pasti bertemu mereka esok hari. Tidak ada yang bisa kulakukan tentang itu sekarang.

‘Lalu, satu-satunya heroin yang tersisa yaitu …’

tok, tok, tok …

“Permisi.”

Saat aku termenung, seseorang membuka pintu kamarku dan masuk.

“Tuan Muda, sekarang waktunya untuk makan.”

“… Ah.”

Dan, segera setelah aku menyadari identitas orang yang masuk ruanganku itu, mataku mulai bergetar.

“Ada apa, Tuan Muda?”

“… Oh, tidak ada.”

Orang yang menatapku dengan ekspresi kosong tersebut merupakan butler perempuan di keluargaku; dia merupakan seorang Warlock terkutuk dan salah satu dari para ‘Heroin Utama’, ‘Kania’ dan pastinya dia terbangun dengan ingatan akan kehidupan sebelumnya.

Dia mempunyai penampilan atraktif, dengan rambut hitam panjang, jas hitam, dan sarung tangan putih yang menjadi ciri khasnya. Ayahku merupakan orang yang membawanya ke dalam keluarga kami, setelah dia mengakui talenta sihir yang dimiliki Kania ketika dia dan adiknya masih tinggal di jalanan.

Faktanya, berdasarkan ramalan, ayahku yang mengingat penampilan Kania sedang menunggu di jalanan agar dia dapat membawanya.

Omong-omong, aku tahu dua kelemahannya saat ini … yaitu pengetahuan bahwa dia adalah seorang Warlock terkutuk, dan fakta bahwa saat ini dia sendiri sedang berada di bawah kutukan.

Kutukan yang menggerogoti hidupnya hanya stabil ketika dia berada di sekitarku, yang seorang penerus sang Hero.

Karena itu, dia tidak bisa pergi dari sisiku bahkan untuk sekejap.

“Tuan Muda, bagaimana aku harus menyiapkan makanannya?”

“… Seperti biasa.”

“Baiklah.”

Saat aku mengingat informasi Kania, dia bertanya padaku tentang makananku dengan suara sedingin es, jadi aku meminta yang biasa.

Padahal sebenarnya aku tidak ingat akan apa yang biasanya aku makan di umur saat ini, namun dia pasti bisa mengatasinya, kan?

Juga … sebelumnya aku benar-benar merasakan niat membunuh dalam suara dan matanya. Jadi dia pasti benar-benar mendapat ingatan kehidupan sebelumnya.

Aku harap itu hanyalah prank error, namun tampaknya konten dari sistem itu benar-benar akurat.

Jika itu kasusnya, maka aku tak bisa terus berdiam diri.

Sejak kelima heroin dapat membunuhku dengan kejam jika aku tak melakukan apapun. Bahkan di momen ini, para heroin sedang …

The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini

‘… Tunggu? Apa-apaan ini?’

Tiba-tiba ada window berwarna merah muncul di depan mataku. Dilihat dari konten yang diberitahukan, tampaknya ini berkaitan dengan Kania. Namun ada hal yang agak aneh. Aku merasakan niat membunuh sebelumnya, kenapa ini baru muncul sekarang?

“… Sistem.”

Setelah berpikir beberapa saat, aku membuka sistem window dengan suara pelan dan menyentuh bagian ‘Daftar Skill yang Diterima’.

The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini

Menurut pengetahuan yang diperoleh dari ramalan yang telah kupelajari ketika aku membuka daftar skill yang diterima, skill yang disebut ‘Intuisi False Evil’ ada di sana.

Aku membaca deskripsinya dengan hati-hati, jadi skill ini dapat mendeteksi ancaman mematikan sekali dalam satu hari. Dengan kata lain, ini adalah skill yang benar-benar aku perlukan karena aku tidak tahu kapan aku menjadi target pembunuhan.

‘Tunggu, jadi hidupku sudah berada dalam bahaya sekarang?’

Fakta bahwa skill ini telah aktif artinya Kania, yang tengah menyiapkan makanan di ruang bawah, berencana untuk membunuhku.

‘Tampaknya dia akan meracuniku’

Saat ini Kania mempunyai tubuh lemah karena kutukannya, jadi dia tidak mungkin menantangku, yang seorang keturunan langsung sang Hero, bertarung dengan terang-terangan. Kutukannya juga menjadikan dia tidak bisa menggunakan kebanyakan kekuatan sihir hitam tanpa bantuanku.

Tentu saja, meski aku tidak membantunya, jika dia bertekad untuk menderita dalam beberapa jam, dia dapat membuat dosis racun yang mematikan menggunakan sihir hitamnya.

— Squeak!…

“Tuan Muda, aku membawa sup yang selalu anda nikmati.”

Saat aku memikirkan tentang metode pembunuhan yang mungkin dilakukan olehnya, pintu kamarku terbuka kembali dan Kania membawa masuk semangkuk sup.

“Di sana … nikmatilah … Saya harap anda menikmati makanan anda.”

“….”

Kelihatannya ini terlalu sulit untuk Kania. Aku cukup yakin dia menggunakan sihir hitamnya secara berlebihan.

“Kapan aku memintamu membuatkanku sup?”

“… Ya?”

Aku menatapnya dan bergumam pelan.

“Kapan aku memintamu membawakanku sup?”

“Bukannya sup ini biasa disajikan untuk anda…”

“Dari mana kamu dapat jawaban seperti itu!!”

— Clank!!

Kania, yang kesulitan untuk melanjutkan perkataannya, menutup rapat matanya ketika aku berteriak dan melemparkan sup itu tepat setelah dia membuka mulutnya dengan gemetar.

“… Lalu makanan apa yang anda ingin saya bawakan?”

“Bukankah aku memintamu membawa makanan yang biasa kumakan?”

“….”

“Kau bodoh!! Kau tidak akan tahu jika aku belum memberitahumu, kan? Aku ingin Sandwich! Sandwich!!”

“Ah, ya, tentu saja … saya akan menyiapkannya segera ….”

Aku berteriak merasa jijik saat dia mengatupkan giginya dan tergesa-gesa keluar dari ruangan.

The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini

Dan saat bersamaan, muncul sebuah window di hadapanku.

Benar, berdasarkan buku ramalan, ‘Jalan Sang False Evil’ merupakan sistem cheat yang didapat sebagai keuntungan regresi yang memberikanmu poin setelah melakukan perbuatan jahat.

Dan poin-poin yang kamu dapat akan menjadi sarana untuk menyelamatkan dunia.

Untukku yang pernah menjadi seorang villain terhebat di Kekaisaran, sistem ini-lah yang aku butuhkan.

“Tuan, ini sandwich yang anda minta.”

Omong-omong, setelah melihat window sistem dan merenung sejenak, Kania, yang tampak lebih kurus dari sebelumnya, kembali ke ruanganku. Kali ini dia membawa sebuah sandwich.

“Kenapa tidak ada kejunya? Tolong buatkan lagi.”

“Tetapi ….”

“Apa kamu mulai berani membalas perkataanku sekarang?”

“… Tidak.”

Setelah mengirimnya keluar lagi, aku lanjut memikirkan cara untuk membuatnya kelelahan.

“Permukaan rotinya terlihat kering. Lagi!”

“Dagingnya terlalu lebar. Lagi!”

“Terlalu sedikit acar. Lagi!”

“Bentuknya terlihat aneh. Lagi.”

Setelah bolak-balik dari ruangan dan dapur untuk waktu yang lama, dia mulai mencapai batasnya, namun kebencian masih terlihat di matanya.

“Dipikir-pikir, aku lupa untuk meminta tuna. Lagi!”

Tapi, ketika aku meminta sandwich untuk yang kesebelas kalinya, batuk berdarah keluar dari mulutnya dan membasahi lantai, efek menggunakan sihir hitam secara berlebihan.

The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini
The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini
The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini

Aku menatap window yang muncul satu-persatu ketika Kania pingsan; Aku berdiri dan menghampiri dia yang tak sadarkan diri.

“… Maafkan aku, Kania.”

Melihat ekspresi cemberutnya, aku mengucapkan permintaan maaf yang tidak akan pernah dia dengar; Segera aku meletakkan tubuhnya ke kasur dan mengulurkan tanganku untuk mentransfer life force-ku ke dalam tubuhnya.
(TL/n: Life force itu elemen sistem/game seperti health point (HP).)

“… Kuhn!”

Aku merasakan rasa sakit seperti tubuhku dicabik-cabik.

Ya, alasan kenapa kutukannya melemah saat dia dekat denganku bukan karena keturunanku sebagai Hero.

Itu hanya karena aku memindahkan life force-ku padanya agar kutukannya terhambat untuk sementara.

Terima kasih untuk ini, umurku secara perlahan berkurang, tapi apa yang bisa kulakukan? Hal ini merupakan takdir yang tak terelakkan sejak aku memutuskan untuk hidup sebagai seorang villain.

The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini
The Main Heroines are Trying to Kill Me Chapter 1 - Dunia Sialan Ini

Setelah aku selesai mentransfer life force-ku, tubuhku menjadi mati rasa. Disaat aku duduk di lantai, aku bergumam sambil menghela nafas.

“Kali ini, jangan mati di depan mataku, Kania.”

Melihat sosoknya yang menggigil, aku mulai membaca kembali baris terakhir dari buku ramalan, yang telah kubaca berulang kali, menggunakan cahaya bulan yang menembus melalui jendela sebagai sumber cahaya.

Disaat semuanya berakhir, sang Hero akan binasa sia-sia bersama dengan sang Raja Iblis.

Sialan memang dunia ini!


Navigasi

< Sebelumnya  |  Selanjutnya >

DAFTAR CHAPTER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heeriye - Jasleen Royat ft. Arijit Singh | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Happy End (ハッピーエンド) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Mr. Perfect (ミスターパーフェクト) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia