Chapter 3 - Kenapa Dia di Sini? | Childhood Friend of the Zenith

Chapter 3 – Kenapa Dia di Sini?

Sebuah peristiwa di mana ruang terkoyak dan para demon berlarian keluar dari sana, fenomena seperti itu disebut sebagai pembukaan ‘Gate of Demons.’

Ras Iblis; kejam, brutal, dan tak kenal ampun kepada siapa pun dan apa pun – musuh manusia yang paling ditakuti.

Betapa menakutkannya melepaskan monster yang begitu ganas dan brutal, yang jauh lebih unggul daripada binatang biasa, di dunia, secara massal?

Ketika Gate of Demons pertama ditemukan, rasanya seperti awal kiamat. Bencana begitu besar yang belum pernah terdaftar sebelumnya; Faktanya, tidak ada bencana yang sebesar itu di masa lalu.

Untungnya cepat ditemukan fakta bahwa para demon lemah terhadap seni bela diri. Dengan penemuan ini, legiun ahli bela diri bersatu dan menggabungkan kekuatan mereka untuk satu-satunya tujuan, yaitu menghentikan bencana yang telah terbukti oleh munculnya demon.

Seiring berlalunya waktu, jumlah demon berkurang, meskipun pengorbanan terus berlanjut, setidaknya orang-orang memiliki harapan – demon bisa dikalahkan.

Tapi ada satu rintangan kecil, yaitu kehadiran Gate of Demons yang tidak pernah benar-benar menghilang.

Lebih banyak Gates mulai muncul satu demi satu, dan para ahli bela diri akhirnya menemukan satu sifat mencolok yang tampaknya dimiliki sebagian besar Gates: mereka tampaknya akan menutup diri sendiri setelah melepaskan sejumlah demon.

Sebagai hasil dari kesadaran ini, banyak pendekar pedang diberi tugas untuk mengelola Gates of Demons. Dan tugas ini akan berlangsung selama berabad-abad.

Salah satu klan yang memiliki tugas ini adalah Klan Gu. Sebuah klan yang akan menyandang gelar, ‘Guardian of Shanxi’.

Sekarang, satu masalah besar yang tidak dapat dihindari terkait pengelolaan Gates adalah kenyataan bahwa kejam dan brutalnya para demons yang keluar dari Gates sama dengan kekuatannya.

Mereka akan menghancurkan segala sesuatu di sekitar mereka, dan mereka memakan makhluk hidup di sekitar mereka.

Jika ada kota di dekatnya, orang tidak akan bisa membayangkan berapa banyak kematian yang akan terjadi setelah para demon mencapai mereka.

Namun belakangan ini, tingkat keparahan Gates of Demons dapat dianggap cukup rendah karena semua orang telah dididik dan dipersiapkan untuk kemungkinan dan pembukaan Gates yang tiba-tiba.

Namun …

sekali setiap musim, Gates of Demons yang ukurannya jauh lebih besar daripada biasanya akan muncul.

Gates ini akan melepaskan demon-demon yang jauh lebih besar dan lebih kuat daripada anggota ras demon menakutkan yang dilepaskan oleh Gates normal. Sesuai deskripsinya, Gates ini mendapatkan mendapatkan julukan ‘True Gate of Demons’.

Di lokasi salah satu Gates tersebut, ditemukan kepala klan Gu saat ini.

Dia akhirnya selesai menyegel gates tersebut saat matahari terbenam, dan sekarang berencana kembali ke upacara kecil yang telah diatur untuknya.

Meskipun disebut sebagai upacara kecil, sebenarnya itu adalah pertemuan semua kerabat sedarah yang saat ini berada di distrik Shanxi dan karenanya, sejujurnya itu hampir tidak bisa disebut upacara ‘kecil’.


Orang yang memecah kesunyian adalah Gu Cheolun, sang kepala keluarga.

“Aku mendengar pencapaian itu.”

Dia berkata tiba-tiba, tidak merinci kepada siapa dia berbicara.

Gu Huibi, anak pertama dari keluarga Gu, sudah ditugaskan di pasukan Gu dan sudah mengumpulkan prestasi, dan anak bungsu saat ini tidak berada di distrik tersebut.

Dan yah, kata-kata itu pasti tidak ditujukan padaku.

Itu hanya menyisakan satu nama di udara.

“Ya, saya telah mencapai alam ketiga berkat sedikit pencerahan.”

Gu Yeonseo menanggapi kata-kata itu dengan senyuman di wajahnya, benar-benar berlawanan dari cara dia menatapku sebelumnya.

“Kamu berkembang pesat di generasi seusiamu, senang melihatnya. Pertahankan.”

“Terima kasih, ayah.”

Mataku dan Gu Yeonseo bertemu saat dia berbalik.

Senyum cerah yang dia miliki di wajahnya hilang seperti belum pernah ada di sana sejak awal, dan sebagai gantinya muncul kerutan.

‘Dia seperti sedang melihat serangga.’

Gu Yeonseo sekarang berusia 15 tahun, dan untuk mencapai level setinggi itu di usia yang begitu muda cukup mengesankan.

Itu benar-benar menunjukkan bakat dan usahanya.

Aku akui itu mengesankan, tetapi suasana yang tidak nyaman ini hanya membuatku merasa mual.

‘Di sakuku terdapat beberapa obat pencernaan yang sudah aku siapkan sebelumnya. Sepertinya aku harus segera memakannya setelah ini.’

Satu hal yang melegakan adalah fakta aku bisa makan dengan baik dibandingkan dengan kehidupanku sebelumnya, di mana aku tidak akan bisa makan karena betapa buruknya situasi saat itu.

Akhirnya aku mengambil pangsit setelah memakan banyak makanan hingga kurasa aku bisa mematahkan kaki meja yang menahannya.

“Anak ketiga.”

… Dan karena itu, aku tidak bisa makan. Mendesah…

“Iya.”

Aku meletakkan pangsit kembali ke tempatnya.

Dia hanya menatapku, tidak seperti Gu Yeonseo yang mendapatkan pujiannya.

Apakah ini hanya kebetulan?

“Aku dengar kamu pergi keluar.”

“Maaf?”

Keluar? Apakah maksudnya aku keluar sebelum dia kembali?

Gu Cheolun menatapku, seperti menunggu jawaban, sementara aku berjuang untuk menyimpulkan arti kata-katanya, dan tanggapan yang tepat yang bisa kuberikan.

“Ya, saya keluar sebentar.”

Aku memberinya tanggapan yang – kuharap – tidak akan menimbulkan masalah.

Satu-satunya hal yang dapat menyebabkan masalah adalah pertemuanku dengan Wi Seol-Ah, tapi itu masalahku.

“Hm.”

Hah?

Gu Cheolun tidak mengatakan apa-apa setelahnya. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak mengorek lagi.

‘Aku bertanya-tanya mengapa dia bertindak seperti ini.’

Dia bukanlah tipe orang yang merenung untuk waktu lama.

Gu Cheolun tidak mengatakan apa-apa sampai akhir, dan tidak lama kemudian, makan malam yang suram akhirnya berakhir.

Aku telah mencoba untuk makan, tetapi tatapan konstan dari semua orang membuatku kehilangan nafsu.

Beberapa saat setelah Gu Cheolun pergi, Gu Yeonseo juga pergi – yah, dia juga menatapku sebentar.

Aku sedang mempertimbangkan untuk memakan sisa pangsit, tetapi aku meletakkan sumpit sambil menghela nafas dan berdiri untuk pergi. Makan malam keluarga pertama yang aku alami selama bertahun-tahun telah berakhir seperti itu.

Perutku masih terasa mual, jadi aku memasukkan obat pencernaan ke dalam air hangat dan meminumnya.

Mudah-mudahan aku bisa merasa sedikit lebih baik.

Kurasa aku bisa pergi dan berbaring untuk hari ini.

‘Ah … dia memintaku datang ke kamarnya setelah ini.’

Aku ingat akan tugasku untuk pergi ke kamar Gu Cheolun, dan sekarang aku mulai bertanya-tanya mengapa dia memanggilku.

Apa yang sebenarnya telah aku lakukan sekarang? Kupikir aku sudah biasa dipanggil ke kamarnya karena menyebabkan begitu banyak masalah, jadi aku benar-benar tidak tahu alasan mengapa dia memanggilku hari ini.

Aku segera memutuskan untuk bangun dan pergi karena aku mungkin melakukan sesuatu yang menyebabkan ini.

Tepat ketika aku selesai mempersiapkan mental;

“Tuan Muda, kepala klan meninggalkan saya pesan untuk anda. Beliau berkata, ‘Kamu tidak perlu datang ke kamarku’.”

Pelayan itu segera pergi setelah menyampaikan pesan.

Dan aku ditinggalkan sendirian di meja makan, dengan ekspresi bodoh dan bingung di wajahku sambil menatap pangsit.

Serius, apa yang sebenarnya sedang terjadi?


Di kehidupanku sebelumnya, aku merindukan ‘Kebebasan’.

Aku ingin menjalani kehidupan yang mana aku bertindak atas kehendakku sendiri, alih-alih bertindak sesuatu yang tidak berarti bagiku.

Aku mungkin telah memilih hidup lebih lama dengan merubah diriku menjadi demon pada saat itu, tetapi jika aku tahu aku akan menyesalinya, aku lebih suka mengakhiri diriku saat itu di sana segera tanpa ragu-ragu.

Tetapi karena aku tidak melakukannya, aku harus menjalani kehidupan di mana aku tidak bisa bunuh diri meskipun menginginkannya.

Betapa besarnya penyesalanku.

Dan berapa banyak hal yang aku pelajari dari itu.

Aku dengan bodohnya tidak bisa mengakui kurangnya bakatku dan ingin menjadi bintang tanpa berusaha keras.

Hari-hari ketika aku melepaskan semua kemarahanku kepada orang lain karena kesombongan dan ketidakmampuanku sendiri.

Pada saat aku sadar mencurahkan kemarahanku pada orang lain tidak menyembunyikan ketidakmampuanku sama sekali, itu sudah terlambat.

Jadi itu sebabnya, ketika aku diberi kesempatan kedua, aku hanya tahu bahwa aku harus mengambilnya.

Aku harus menjalani kehidupan yang berbeda dari kehidupanku sebelumnya.

Itu adalah bentuk penebusan yang sangat bodoh, tetapi itu juga satu-satunya cara yang aku tahu.

Dan karena itu, hal pertama yang kupikirkan setelah pertemuan keluarga adalah;

‘Bisakah aku membunuh Heavenly Demon?’

Itu adalah keinginan absurd yang tak terlukiskan untuk dimiliki.

‘Beraninya aku memikirkan hal seperti itu, membunuh salah satu dari tiga eksistensi terkuat di dunia?’

‘Bagaimana aku bisa membunuh monster yang membakar dua dari Aliansi Sepuluh Sekte?’

Itu mungkin pertanyaan yang dilontarkan siapa pun yang mendengar pikiranku.

Sebenarnya itu adalah pemikiran yang sia-sia.

Sang Heavenly Demon akan dibunuh oleh Celestial Sword, Wi Seol-Ah, dan semua demon akan binasa segera setelahnya.

Sejujurnya, aku hanya ingin hidup sedikit lebih lama.

Tapi, aku pernah bisa menghindari bentrokan antara aku dan para demon di masa depan.

Aku masih salah satu anak di klan Gu, tidak peduli betapa bodoh dan tidak kompetennya diriku.

Bisakah aku benar-benar menahan demon sendirian ketika bahkan empat klan besar berjuang untuk melakukannya?

Haruskah aku melarikan diri dan meninggalkan semuanya? Mungkin aku harus bersembunyi di pegunungan agar mereka tidak bisa menjangkauku-

“… Betapa bodohnya diriku, berpikir untuk melarikan diri bahkan dengan kesempatan kedua yang telah diberikan kepadaku.”

Aku bergidik memikirkannya.

Aku ingin menampar pipiku untuk membangunkan diriku sendiri, tetapi aku tidak bisa karena aku takut kehilangan keseimbangan.

Aku menghapus semua pikiran menakutkan di kepalaku.

Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk menjalani kehidupan yang berbeda dan lebih baik, dan sekarang aku sudah berpikir untuk membuangnya.

Aku mengatupkan gigi dan mengambil keputusan.

Aku tidak tahu berapa banyak waktu telah berlalu, tetapi sekarang sudah pasti lewat tengah malam.

Aku menarik napas dalam-dalam sampai aku tidak bisa mengumpulkan udara lagi, dan mengeluarkannya.

Nafas yang aku keluarkan memiliki sedikit Qi di dalamnya.

‘Sungguh jumlah Qi yang menyedihkan…’

Qi kecil yang aku miliki di tubuh ini, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan apa yang telah dicapai Gu Yeonseo di usianya saat kecil.

Dan lagi, dibandingkan dengannya aku tidak berusaha keras.

Aku tidak bisa berbuat banyak dengan Qi kecil yang dimilikiku saat ini.

‘Ini mungkin kecil, seperti yang aku prediksi, tapi setidaknya ini bisa bekerja.’

Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan, tetapi itu tidak berarti bahwa tidak ada sama sekali yang bisa aku lakukan.

Kemampuan untuk menggunakan seni bela diri api diturunkan ke kerabat sedarah di klan Gu.

Ini mirip dengan menggunakan Qi untuk membentuk api, tetapi penggunaannya berbeda.

Dengan latihan dan pelatihan yang cukup, kemampuan untuk menggunakan bentuk seni api dapat tercipta dalam tubuh.

Pelatihan bertahun-tahun menghasilkan seni api pertama yang berhasil, yang memberikan visage yang mirip dengan seseorang yang dikelilingi oleh aura api.

Alasan Gu Cheolun diberi julukan ‘Tiger Warrior’ adalah karena sikapnya yang seperti prajurit dengan api memancar dari tubuhnya, membuatnya terlihat mirip dengan harimau ganas, bersama dengan caranya menghukum kejahatan menggunakan kekuatannya.

Sama seperti ayahnya, julukan yang diberikan kepada Gu Yeonseo di masa depan adalah Flaming Sword karena Qi di sekitar pedangnya terlihat menyerupai pedang yang menyala.

Pasti sedikit Qi api berada di dalam diriku.

Aku harus mencapai alam keempat untuk dapat menggunakan seni api, dan alam ketujuh untuk dapat menenggelamkan diriku sepenuhnya dalam api.

Aku hanya di alam satu sekarang.

Aku tidak seberapa dibandingkan dengan ayah yang telah mencapai alam ketujuh, bahkan Gu Yeonseo.

Alasan mengapa aku berlatih sekarang, sama tidak bergunanya dengan yang terlihat di tengah malam, adalah karena aku masih muda.

Aku harus bergegas untuk mencapai alam kedua sebelum terlambat.

Aku mungkin telah meninggalkan semua keserakahanku untuk seni bela diri di kehidupan sebelumnya, tetapi aku masih harus menjadi lebih kuat untuk melindungi diriku sendiri.

Aku tidak ingin diingatkan tentang kehidupan sebelumnya di mana aku hidup sebagai demon, aku ingin menggunakannya kali ini untuk meyakinkan diriku sendiri agar menjadi lebih kuat.

Masalahnya sekarang adalah bahwa;

“… Aku mungkin terluka parah jika terus melanjutkannya.”

Aku menggali semua Qi kecil yang ada di tubuhku, dan menyalurkan semuanya ke satu tempat.

Itu tidak mudah. Tidak hanya membutuhkan fokus yang sangat besar, tetapi menggunakan sejumlah kecil Qi untuk ini adalah tugas yang sangat sulit.

Aku basah kuyup oleh keringat tidak lama kemudian.

Sangat mengesankan untuk mencapai bahkan sebanyak ini dengan jumlah Qi yang menyedihkan yang aku miliki ini, tetapi untuk berbuat lebih banyak dengan itu sama saja dengan menempatkan diriku dalam bahaya serius.

“… Fiuh.”

Aku menghela nafas tak lama setelah itu.

Aku tersenyum kecil setelahnya, merasa sedikit puas dengan apa yang baru saja kucapai.

Aku sedikit kecewa karena tidak bisa berbuat lebih banyak, tetapi itu adalah awal yang …

“Lumayan.”

Tubuhku yang memanas memberi tahu bahwa aku berkembang.

Itu adalah bukti bahwa aku baru saja mencapai alam kedua dalam seni api.

Lebih banyak Qi menyebar ke seluruh tubuhku daripada yang aku kira sebelumnya, berkat kurangnya pelatihanku.

“Meskipun aku sebenarnya tidak tahu apakah boleh berterima kasih atas kurangnya pelatihanku ini.”

Mungkin sudah beberapa jam sejak aku memulai pelatihan. Mencapai alam kedua membuatku merasa segar.

“Memanjat seperti ini, sedikit demi sedikit mungkin akan menguntungkanku di masa depan.”

Aku tidak bisa membasuh seluruh tubuhku, jadi aku hanya mencuci muka, mengganti pakaian, dan melemparkan diriku ke tempat tidur.

‘Ini bukan cara yang buruk untuk memulai,’ pikirku dalam hati. ‘Mari kita pertahankan ini …’

Selangkah demi selangkah. Namun tidak terlalu lambat.

Aku akan bertahan dan menerobos rintangan apa pun yang ada di depanku, agar aku tidak menjalani kehidupan yang sama seperti sebelumnya. Hanya karena itu ….

‘Mari bertindak seperlunya dan hindari hal-hal yang dapat menyebabkan masalah di masa depan.’

Mari hidup dengan tenang dan damai, sampai semuanya jelas dan terselesaikan.

Hidup dengan tenang sampai kematian Heavenly Demon adalah pemikiranku saat itu.

Namun …

“Ha-Halo! Saya W-Wi Seol-Ah!”

Apa yang membawanya ke sini tiba-tiba..?


Navigasi

< Sebelumnya |  Selanjutnya >

DAFTAR CHAPTER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heeriye - Jasleen Royat ft. Arijit Singh | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Happy End (ハッピーエンド) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Mr. Perfect (ミスターパーフェクト) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia