Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | The Main Heroines are Trying to Kill Me

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

Chapter 3 – Pesta Penyambutan Murid Baru

Bagian 1

Upacara masuk selesai tanpa halangan.

“Semuanya, bersulang!!”

Hal yang penting setelah upacara masuk adalah pesta penyambutan murid baru.

Tentu saja, pesta penyambutan untuk rakyat biasa hanya sederhana dan lugas, tapi itu tidak berlaku untuk bangsawan.

“… Ini adalah wine dari benua barat, berumur 56 tahun.”

“Ini, steak filet daging sapi muda dan foie gras. Saya harap anda menikmatinya.”
(TL/n: foie gras itu semacam makanan (atau minuman) elit (mungkin).)

Rakyat kekaisaran banyak yang kelaparan, sedangkan putra-putri terhormat ini, yang bahkan belum menerima gelar, menghabiskan uang yang dapat memberi makan satu desa dalam beberapa bulan hanya untuk pesta penyambutan.

Lalu lagi-lagi, akulah pemimpin dari grup semacam ini.

“Tuan Frey! Mari, cicipi roti ini!”

“Oh, astaga, rumor di sekitar yang mengatakan anda sangat tampan itu benar. Bisakah anda menyisihkan waktu malam ini?”

“Salam kenal, Tuan Frey! Saya merupakan putra kedua dari Viscount Ariel.”

Dikelilingi sanjungan banyak orang yang terhormat, aku tersenyum tegang dan meminum minumanku.

Tentu saja, dalam hatiku khawatir bagaimana cara bertahan dari para heroine sambil mencari tahu cara membasmi para parasit yang merusak Kekaisaran ini.

“Jadi, apa kamu tahu apa yang dikatakan rakyat jelata itu sebelumnya?”

“Apa yang dia katakan?”

“Yah, dia bilang dia bermimpi akan menjadi anggota osis! Bukankah itu lucu?”

“Pasti ada yang salah dengannya. Haruskah kita memberikan beberapa pelajaran untuknya?”

Saat aku berpura-pura merasa senang mengobrol dengan wanita yang mendekatiku, aku mendengar obrolan beberapa bangsawan yang duduk di dekatku.

Ya, dari yang dilihat orang, Akademi Sunrise berusaha menyetarakan semua muridnya, tapi tidak demikian halnya di dalam.

Kebanyakan aristokrat implisit mengabaikan rakyat jelata, bahkan beberapa secara terang-terangan membuli mereka.

Ini juga berlaku bagi siswa aristokrat yang lainnya. Semakin besar kekuatan mereka, semakin banyak manfaat dan ketenaran yang mereka terima, sehingga para professor menutup mata terhadap kelakuan absurd mereka.

Dengan kata lain, semua hanyalah omong kosong!

“Dia bukan pria, tapi perempuan?”

“Apa? Perempuan? Bakalan jadi lebih seru, kan?”

Wanita yang mereka bicarakan sekarang kemungkinan ‘dia’, yang akan menjadi Archmage Kekaisaran di masa depan dan mendominasi medan pertempuran.

Ketika masih di akademi, dia menjadi target pembulian para aristokrat setelah melukai tiga orang siswa nakal yang berstatus bangsawan, meski merekalah yang lebih dulu memulai perkelahian dengannya.

“Kan? Kupikir itu terdengar menarik.”

“Ah, Tuan Frey?”

“Jadi, kapan kamu akan melakukannya, George?”

“Uh … yah … bukankah lebih cepat lebih baik … haha …”

“Benarkah? Kalau begitu lakukan dengan baik.”

“Oh, baik!”

Sebagaimana aku bicara acuh tak acuh, bangsawan itu membungkuk 90 derajat dan keluar ruangan jamuan sambil berdiskusi dengan orang-orang sebelumnya.

‘Bagaimanapun, aku belum melihat orang yang dapat dipercaya di antara kelompok yang boros ini.’

Aku melirik punggung orang itu dengan menyedihkan, sebagaimana segera dia akan menjadi pengorbanan seorang wanita yang ditakdirkan untuk menjadi seorang Archmage, dan tenggelam memikirkan sesuatu.

Besok, saat aku resmi menghadiri akademi, jelas sekali para heroine akan berpapasan denganku.

Alasannya karena kami semua ditempatkan di Kelas A.

Tentu saja, tidak seperti kelima heroine yang secara alami berbakat atau jenius, aku harus menarik beberapa tali agar bisa memasukinya. Sebenarnya, aku sengaja menggunakan orang dalam.

Sejujurnya, meski aku mengambil ujian sekarang, aku percaya diri bisa mengamankan posisi pertama dengan tunanganku dan mendapat nilai sempurna. Namun sangat disayangkan, aku tidak bisa melakukannya karena aku harus menjadi orang yang tidak kompeten, jahat, menyedihkan dan keji.

Dalam hatiku aku berharap situasi seperti itu, tetapi tidak mungkin sistem dapat menghadirkan akhir yang bahagia dengan mudah untuk dunia yang hancur ini.

“Sistem, jendela inherent skill.”

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

Pinalti yang mengerikan ini menjadi alasan kenapa aku tidak bisa mengungkapkan jati diriku yang sebenarnya dan meninggalkan kejahatan selektif.

Aku masih rutin memberikan life force pada Kania, dan aku punya banyak hal yang harus kulakukan, jadi jika umurku berkurang banyak karena pinalti dari sistem, berakhir sudah semua. Kesimpulannya, aku tidak boleh membiarkan ada orang yang tahu bahwa aku seorang False Evil.

‘… Haruskah aku menyerah menjadi seorang villain?’

Untuk sejenak, aku merasa tekadku melemat, tetapi kemudian aku menggelengkan kepala dan meyakinkan diri.

Sebagai penerus sang Hero yang muncul di dunia ini 1000 tahun yang lalu, ayahku melatihku untuk waktu yang panjang. Jika aku tidak ikut serta, dunia ini akan binasa.

Bagaimanapun, ayahku bukanlah seseorang berdarah dingin yang memaksa anaknya memasuki situasi sulit, mengetahui bahwa dia dapat mati. Ayah mungkin merobek-robek buku ramalan dan membakarnya jika dia tahu bahwa aku ditakdirkan untuk mati.

Mungkin leluhurku sudah tahu hal ini, jadi dia memberikan mantra pada kalimat ‘Sang Hero akan binasa bersamaan dengan Raja Iblis’ sehingga hanya aku yang bisa melihatnya.

Namun jika ini terjadi, lalu leluhurku yang dari dunia lain itu kemungkinan orang yang tegaan dan tidak punya rasa empati, yang memaksa keturunannnya untuk mengorbankan diri 1000 tahun kemudian.

“Sistem, tunjukkan clear privilege.”
(TL/n: clear privilege itu hak istimewa yang jelas, yang diberikan setelah seseorang menyelesaikan sesuatu.)

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

Mungkin leluhurku bernegosiasi dengan Dewa Matahari 1000 tahun yang lalu untuk menghindari reputasi semacam ini, dan meninggalkanku, keturunannya, hadiah seperti ini.

Lagipula, Dewa Matahari merupakan dia yang Mengawasi Cahaya di dunia ini, dan bisa mengabulkan permintaan mudah dari manusia biasa sepertiku.

Singkatnya, berikut rencanaku:

Pertama, aku akan menjadi terkenal jahat sebagaimana aku terus-menerus melakukan kejahatan sambil mengumpulkan bukti dari satu demi satu dan memerintah sebagai seorang mastermind rahasia. Secara bersamaan, aku akan melemahkan pusat kekuatan jahat sambil memberantas perbuatan tercela dan keji di Kekaisaran.

Lalu, di hari pertempuran yang menentukan, aku akan menggunakan sistem untuk mati bersama Raja Iblis. Setelah itu, aku akan meminta Dewa Matahari membangkitkanku.

Sebagai referensi, leluhurku menuliskan tips di buku ramalan. Dia berkata bahwa Dewa Matahari itu lebih sombong dan pelit dari yang diharapkan, jadi jika seseorang berharap lebih dari dibangkitkan, mereka mungkin akan dihukum karena dosa yang terkutuk.

Jika gereja dan Saintess Dewa Matahari melihat isi dari buku itu, mereka pasti langsung menyebut leluhurku sebagai orang tercela. Namun aku lebih mempercayai leluhurku yang seorang Hero Kekaisaran daripada sebuah kultus yang hanya bisa berbicara omong kosong.

Omong-omong, setelah dibangkitkan, aku akan menjelaskan informasi yang telah aku kumpulkan sebelumnya untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan alasanku mengorbankan diri. Setelah itu aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk hidup nyaman sebagai seorang Hero. Tentu saja, aku bisa melihat Kekaisaran yang damai sebagai bonus, tanpa korupsi dan sebagainya.

Terus terang, perjalanan untuk mendapat hadiah ini akan cukup sulit, tapi apa yang bisa kulakukan? Akulah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan dunia.

Dan jika aku tidak melakukannya, aku dan keluargaku akan mati di dunia yang hancur ini. Setelah semua, kegilaan ini merupakan sesuatu yang harus diselesaikan bukan hanya untuk menyelamatkan dunia, tetapi juga diriku sendiri dan orang-orang yang kusayangi.

“Hey, kesini!!”

“Hey, lepaskan aku!”

“To-tolong!!”

“Jalang sialan. Bisakah kamu diam?”

Saat aku minum dan memikirkan sesuatu, tiba-tiba pintu ruang perjamuan dibuka dan ada kegaduhan di sana.

Saat aku melihat baik-baik apa yang terjadi, bangsawan mabuk yang keluar tadi membuat keributan dan membawa gadis rakyat jelata ke ruang jamuan.

‘Aku tidak menghadiri jamuan di kehidupan sebelumnya karena aku mencoba merencanakan bagaimana cara menghancurkan Kekaisaran … Sialan, aku tidak tahu hal seperti ini terjadi.’

Sambil menyeruput anggur dengan santainya, aku merenungkan cara untuk menyelesaikan masalah ini. Tiba-tiba aku mendengar umpatan yang familiar dari jauh.

“Sial!! Bajingan kamu!! Biarkan aku pergi! Lepaskan aku!!!”

“Diamlah … jalang pemarah …”

“Tuan Frey! Saya membawanya! Lajang kotor yang saya sebutkan tadi!”

“… Ugh.”

Aku tidak punya pilihan selain membuka mulut setelah tahu bahwa mereka keluar untuk membawa gadis-gadis biasa. Terlebih ada seorang gadis itu berambut merah dengan mata ganas dan wajah bekas luka, yang membuatku terkejut.

‘… Irina Filliard ditangkap di sini?’

Dia disebut si Second Coming of Hellfire, dan panggilannya bukan untuk pamer semata, sebagaimana dia selalu menjadikan medan pertempuran layaknya neraka setiap kali dia bertarung.

Selain bidang keahlian utamanya, ‘sihir api’, dia juga sangat jenius dan mahir semua elemen sihir dan secara harfiah dilahirkan untuk menggunakan sihir.

Karena dia sangat jenius, seharusnya dia memiliki skill yang membantunya di hari-hari dia bersekolah. Kenapa dia bisa ditangkap mereka?

‘… Jangan bilang dia berencana membakar seluruh ruang jamuan dan memusnahkan para bangsawan bersamaan denganku!’

Setelah membayangkan hal mengerikan itu, aku cepat-cepat membuka jendela sistem lalu memasuki toko.

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

.

.

.


Bagian 2

Segera aku melihat skill yang bisa bermanfaat di situasi ini, dan langsung membeli ‘Inspect Lv1’ dan ‘Emergency Protection’.

“Jendela status.”

Setelah menyelesaikan pembelian, aku bergumam dengan pelan, dan sebuah jendela berisi ringkasan informasi Irina tampil di depan mataku.

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

‘Mana Exhaustion?’
(TL/n: kehabisan mana)

Mungkin itu karena levelnya masih rendah, tapi aku telah melihat dengan detail ringkasan informasinya. Aku tercengang ketika aku melihat bagian tentang kehabisan mana.

Sebagai murid baru di akademi, dia sangat membanggakan talenta luar biasanya dalam sihir dengan 8 poin mana, dan sekarang dia kehabisannya? Apakah ini manuk akal?

“Sial!! Aku akan membunuh kalian. Akan kubunuh kalian semua!!”

“Dia sangat kasar, tapi bukankah wajahnya cukup cantik?”

“Bagaimana tentang lajang yang lain?”

“Hey, jangan memberitahuku kalau kalian akan bermain dengan jalang rendahan seperti mereka?”

“Selama rasanya lezat, itu bukanlah masalah.”

Aku menggelengkan kepalaku saat melihat apa yang terjadi. Para murid aristokrat itu mulai berbisik ketika melihat Irina dan gadis-gadi yang mereka seret dengan lirikan jahat.

“Aku pilih gadis di paling kiri.”

“Aku yang berambut coklat.”

“Kalau begitu aku akan membawa jalang kasar ini.”

Para murid yang berbisik beberapa saat lalu, satu persatu berdiri dari tempat duduk mereka dan mulai berjalan menuju para gadis yang berdiri gemetaran.

“Kyaaaaaaaaa!!”

“Tolong!! Saya mohon …!!”

Para gadis mulai berteriak saat pria-pria itu menyentuh mereka, lalu aku, yang sebelumnya diam-diam mengawasi situasi, tidak punya pilihan selain mengambil tindakan.

“Bisakah kamu diam? Lajang rendahan ini berani-beraninya …”

— Clank!!

“… Puhak!!”

Aku melempar segelas anggung dari tanganku pada seorang pria yang berjalan sambil memegang kepala Irina.

“… Apa-apaan? Bajingan siapa yang …”

Pria itu, yang terhuyung-huyung setelah terkena lemparanku, mengelus-elus dahinya dan mulai mengumpat, sementara aku melotot padanya dengan dingin dan membuka mulutku.

“Bajingan! Barusan kamu memanggilku apa?”

“Tu-tuan Frey!!”

Sejak dulu kebiasaan melemparkan gelas saat aku mabuk sudah diketahui banyak orang. Suasana di sekitar menjadi dingin seketika.

“Tundukkan kepalamu.”

“Ya, baik!”

Segera setelah aku menyelesaikan ucapanku, dia membenturkan kepalanya sangat keras hingga terdengar di seluruh ruangan jamuan. Bagaimanapun, aku melihat padanya dengan dingin lalu membuka mulutku lagi.

“Di mana kamu meletakkan kepalamu?”

“… Ta?”

“Letakkan kepalamu di atas pecahan gelas itu, bajingan.”

“…!”

Pria itu memutar matanya sejenak setelah mendengarku, tapi dia cepat menyadarinya, sebagaimana dia membenturkan kepalanya di atas pecahan gelas dengan seluruh kekuatannya dan berteriak.

“Maaf, saya minta maaf! Tuan Frey!! Tolong maafkan saya!!”

Di momen mencengangkan itu, suasana di sekitar menjadi suram. Aku menghela nafas lalu berdiri, dan berkata dengan santai.

“Semua orang selain para gadis ini silakan keluar.”

“… Ya?”

“Tidakkah kamu mendengarku? Bukankah aku menyuruh semua orang keluar?”

“Ha, tapi …”

“Keluarlah jadi aku bisa bersenang-senang dengan mereka, bajingan!!!”

Segera setelah aku berteriak, para murid, yang sebelumnya khawatir, semuanya keluar dengan cepat.

“Tolong, seseorang …”

Segera gadis yang kelihatan kurus yang dibawa ke ruang jamuan dan seorang gadis lainnya yang ditinggalkan oleh pria tadi, membuka mulutnya sambil gemetaran.

“… Ayo lihat seberapa lezatnya dirimu.”

“Uhhhhhh …!”

Aku mengabaikan kalimat minta tolongnya dan mulai membelai dagunya, dan pada saat itu, gadis-gadis lain yang melihat adegan itu mulai gemetar ketakutan.

“Hey, kaburlah!!!”

“… Aughhh!”

Irina mendorongku dengan seluruh kekuatannya dan berteriak pada bocah yang berada di sampingnya.

“Te-terima kasih …!”

“Uhhhhhh …”

Lalu para gadis yang terlihat ketakutan tadi, semuanya kabur seketika, meninggalkan Irina yang tersenyum pada mereka, dan terjatuh kelelahan.

“… Kamu cukup gila juga ya, jalang?”

Setelah mengonfirmasi bahwa semua gadis sudah melarikan diri, aku berdiri pelan-pelan, mengambil sebuah botol anggur dari meja dan menenggaknya sambil menghampiri Irina.

“Haa … ternyata kamu menjijikan hingga akhir. Kamu bajingan.”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Kamu merupakan seorang bajingan yang sebentar lagi menjadi mayat, bajingan kotor yang hanya berpikir dengan bagian bawah tubuhmu. Benar-benar seorang sampah. Jika aku tahu semuanya akan menjadi seperti ini, aku akan menggunakan sihir ultimate-ku untuk memusnahkanmu daripada Raja Iblis.”

“Omong kosong apa yang kamu teriakan, dasar jalang?”

Aku mati-matian berpura-pura mabuk saat dia terus-menerus menyebutkan kejadian-kejadian di kehidupan sebelumnya dengan cepat seperti pistol menembak. Setelah itu aku meraih kerah bajunya.

“Sialan, seharusnya aku menyisakan beberapa mana untuk melakukan bunuh diri.”

Hatiku terpukul setelah mendengar ucapannya itu. Segera aku menutup mataku dan menjatuhkan diri ke lantai.

“Zzzz … zzzz … zzzz …”

“….”

Biasanya aku tidak melakukan hal yang berbahaya seperti ini, tetapi sekarang dia sedang di kondisi [‘Mana Exhaustion’. Dengan kata lain, dia tidak bisa melukaiku sekarang.

“….”

Setelah aku terjatuh di lantai dan pura-pura mendengkur, aku merasa dia melihatku sebentar, lalu berjalan keluar sambil terhuyung-huyung.

Sejujurnya, aku tidak tahu bagaimana reaksiku jika dia benar-benar mencoba membunuhku. Untungnya, dia cukup pintar untuk berpikir kalau pria-pria sebelumnya bisa kembali dan jika mereka melihatku mati, tidak hanya dia yang akan dihukum mati tetapi juga keluarganya akan ikut terseret.

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

“Ha … ini benar-benar sulit.”

Setelah beberapa saat, ketika notifikasi poin False Evil muncul di hadapanku, keteganganku menurun seketika, lalu aku menghela nafas dan mencoba berdiri …

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

“… Apa?”

Chapter 3 - Pesta Penyambutan Murid Baru | Baca Novel The Main Heroines are Trying to Kill Me Terjemahan Bahasa Indonesia

Aku nyaris pingsan setelah melihat jendela sistem yang muncul di depanku.

Kelihatannya aku punya beberapa hal yang harus kulakukan di masa depan.


Navigasi

< Sebelumnya  |  Selanjutnya >

DAFTAR CHAPTER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heeriye - Jasleen Royat ft. Arijit Singh | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Happy End (ハッピーエンド) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Mr. Perfect (ミスターパーフェクト) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia