Chapter 7 - Bicara Empat Mata | The Main Heroines are Trying to Kill Me

Chapter 7 – Berbicara Empat Mata

Bagian 1

“… Frey Raon Starlight, apa kamu tahu betapa seriusnya masalah ini?”

“Tidak tahu? Kenapa juga kamu sangat heboh begini hanya karena satu artefak?”

Sekarang aku dan Isolet sedang melakukan percakapan pribadi di ruang staff.

Alasan aku melakukan pertemuan pribadi dengannya karena profesor-profesor lainnya menyelinap keluar dari ruang staff satu per satu di momen mereka melihatku.

Bahkan jika aku seorang putra pertama dari keluarga duke yang mempunyai pengaruh tinggi di kekaisaran, apakah masuk akal untuk seorang profesor takut pada muridnya?

Namun, akademi rusak dari Kekaisaran busuk ini telah mencapai hal mustahil ini. Pada titik ini, terus terang, itu luar biasa.

Tentu saja, kebanyakan profesor yang keluar merupakan profesor baru atau dari kalangan biasa yang menangani murid-murid tahun pertama, tetapi bukan berarti situasi ini normal.

“Jika artefak itu hanya artefak bantuan biasa, aku tidak akan mempermasalahkannya seperti ini. Ini jelas melanggar peraturan, tapi kamu hanya akan berakhir dengan diperingati secara tegas dan dihukum pengurangan poin.”

Isolet mengatakannya dengan ekspresi serius di wajahnya sementara aku melamun, jadi aku menanyakan padanya dengan wajah yang terlihat kesal.

“Lalu kenapa kamu melakukan hal ini sekarang?”

“Artefak itu bereaksi pada kekuatan suci Saintess. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu apa artinya itu?”

“Kakak, kamu tahu pasti kalau otakku kehilangan sinarnya sejak aku masih kecil, kan? Jadi, kenapa itu masih tidak jelas bagimu?”

Aku dengan beraninya menjawab sambil menyilangkan kakiku, lalu Isolet menghela nafas dan segera mengubah ekspresinya dan berkata.

“Frey … kamu tidak seperti ini saat masih kecil … kenapa kamu berubah hingga begini …”

Mendengar suara ringannya yang emosional, sejenak hatiku merasa sakit.

Chapter 7 - Bicara Empat Mata | The Main Heroines are Trying to Kill Me

Karena alasan itu, aku tanpa sadar menggunakan skill [Mind Reading]. Melihat informasi yang muncul di depanku, aku mulai menutup mata dan mengenang masa lalu.

Saat aku kecil, Prof. Isolet … bukan, tapi Isolet selalu merawatku dengan baik. Dia merupakan satu dari beberapa orang yang mempercayaiku hingga akhir, meski semua orang telah menjadi musuhku.

Jika dipikir-pikir, teman masa kecil dan tunanganku selalu mencoba menasihatiku hingga akhir. Meski hubunganku dan kak Isolet hanya mirip sebatas adik-kakak, aku merasa bersyukur karena dia tetap mempercayaiku.

Mungkin itulah kenapa aku melakukannya? Ketika aku melihat mayatnya setelah dia meninggal karena melindungi para murid, aku meratap dalam waktu yang lama sambil memegang tangannya yang dingin, meskipun aku tahu jelas dia akan hidup kembali setelah aku regresi. Mungkin itulah alasannya?

‘… Tidak, mari jangan memikirkan hal-hal yang cengeng seperti itu.’

Isolet Arham Bywalker sekarang masih hidup, tepat berada di depan mataku.

Tidak hanya dia, 5 heroine utama yang membenci dan mengutukku hingga kematiannya-pun masih hidup sekarang.

Jadi, untuk memastikan mereka tidak lagi meninggal …. Tidak peduli apa, aku harus menjadi villain.

“… Jangan sok melodramatis. Aku tidak pernah berubah, aku hanya beradaptasi dengan dunia …”

“Frey …”

“… dan aku yakin, kak, kamu juga akan menyadarinya suatu hari.”

“… Apa?”

“Bahkan jika kamu terus hidup seperti ini, pada akhirnya kamu akan hancur hingga titik tertentu. Kak, kamu tahu benar akan hal itu, kan?”

“…….”

Dia pasti merasa tidak senang mendengar hal ini, mengingat kepribadiannya yang memakai keyakinan sebagai senjata, dan tidak pernah menyerah berusaha dan yakin.

“Mungkin saja, namun, bahkan jika aku hancur … bunga yang kutanam pasti akan mekar suatu hari.

Namun demikian, dia berbicara lembut sambil memandangku tanpa memperlihatkan tanda-tanda benci. Sungguh, dia merupakan orang yang baik.

“Jadi, Frey. Berhentilah keras kepala dan …”

“Langsung ke intinya saja. Jadi apa yang salah dengan artefak ini?”

Aku segera mengubah topiknya, karena kupikir membicarakan topik tadi lebih jauh akan mengungkap perasaan asliku. Isolet menatapku dengan tenang sambil menghela nafas, lalu kembali dengan ekspresi seperti seorang profesionalnya segera.

“Artefak ini bereaksi pada kekuatan suci. Itu artinya … artefak ini mengandung sihir hitam, yang sangat dilarang di Kekaisaran.

“… Jadi?”

“Dari mana kamu mendapatkannya, Frey?”

“… di gang belakang.”

“Bros semacam ini bukanlah sesuatu yang dijual di gang belakang …”

“Kamu tahu sendiri kalau itu sebuah kode, kan?”

“…….”

Bagi para bangsawan, ‘gang belakang’ merupakan jargon yang merujuk pada pasar gelap terbesar dan terkenal di underworld.
(TL/n: jargon itu semacam istilah, dan underworld merupakan dunia bawah, yang biasanya menjadi tempat berkumpul para penjahat.)

Tentu saja, jika kamu tertangkap maka kamu akan dihukum mati di bawah hukum Kekaisaran. Meski begitu, para bangsawan tidak terlalu memedulikannya.

Terdapat rumor bahwa ketika figur kunci Kekaisaran dan pemegang kekuasaan politik bertemu, daripada mengirim surat, kereta kuda mereka berbalik menuju gang belakang.

“… Bisakah kamu menanggung konsekuensi dari perkataanmu itu sekarang?”

“Apa kamu berencana melaporkanku, yang seorang putra pertama Duke Starlight? Saat ini kita hidup di zaman yang mana bukan hanya seorang duke, tapi istri seorang baron bahkan membanggakan dirinya dengan ornamen yang dia beli di gang belakang. Apa kamu pikir laporanmu akan diproses?”

“… Kamu pasti lupa pengaruhku.”

“Daripada seorang putri tertua yang kurang dihargai dari keluarga Bywalker, yang menjadi rekannya sang Hero … putra pertama dari keluarga sang Hero, sang Starlight, yang mungkin dibenci tapi tidak sampai diusir, akan lebih berpengaruh?”

“…….”

Saat aku membalasnya, dia menatapku, lalu membuka kembali mulutnya.

“… Aku akan melaporkannya pada keluarga Kekaisaran.”

“Tentu, lakukan apa yang kamu suka.”

“Sebagai tambahan, aku juga akan melaporkan insiden ini ke ayahmu.”

“Oh, bukankah itu agak berlebihan …”

Setelah pertemuan itu, aku berencana menuliskan surat pada ayahku untuk mengirimkan beberapa uang ke asrama … tapi jika insiden ini sampai ke telinga ayahku, itu akan bermasalah.

“Hey, aku akan melakukan apapun, namun jangan memberitahu ayahku …”

“…….”

“… Eh? Kak?”

“Haa …”

Setelah aku memohon dengan ekspresi memelas kepadanya, Isolet tetap menghela nafas, lalu membuka mulutnya.

“Kalau begitu biarkan aku menawarkan sebuah kondisi.”

“… Kondisi?”

“… Bawa aku ke tempat di mana kamu membeli hal ini.”

“… Apa?”

“Aku tidak membiarkannya menjual hal berbahaya seperti ini kepada para murid. Aku harus merazianya secara pribadi dan mendapatkan bukti.”

“… Kamu tahu, aku bukanlah satu-satunya orang yang membeli barang dari underworld.”

Aku tidak bisa berbicara sejenak karena rasa keadilannya yang sangat tinggi, lalu segera menganggukkan kepalaku menandakan aku setuju dan berkata.

“Oke, aku akan membawamu! Jika aku melakukannya, kamu tidak akan melaporkan ini pada ayahku, kan?”

“… Ya.”

“Baik! Tawaran yang cukup bagus! Lalu, bagaimana kalau kita kesana minggu ini? Lagipula aku berencana untuk pergi kesana.”

“Kita kesana untuk razia, bukan belanja.”

“Jangan seperti itu, kak. Ambil kesempatan ini! Kudengar di sana banyak hal-hal yang luar biasa. Bukankah kamu harus mengeceknya?”

“… Aku tidak mau.”

Aku tersenyum dan menyeringai dengan ekspresi licik, namun kenyataannya hatiku menangis.

‘… Sial, padahal toko itu sangat efektif.’

Aku tidak percaya harus merelakan pemilik eksentrik yang menjual artefak-artefak ilegal untuk membantuku melakukan perbuatan jahat dengan harga yang pantas. Biasanya para penjual menawarkan harga yang tinggi karena aku hanyalah seorang murid … ini benar-benar melukai hatiku.

Namun yang ilegal tetaplah ilegal. Sebagai balasan karena menghancurkan tokonya, aku hanya perlu membebaskan si pemilik yang baik dan berbakat itu, lalu membuatnya jadi tukang pribadiku.

“Yah, jika kamu tidak menyukainya, aku tidak bisa apa-apa … omong-omong, sekarang sudah berakhir, kan? Bolehkah aku pergi?”

“…….”

Saat aku berdiri, aku menatap Isolet yang masih berdiam diri dan kelihatannya merenungkan sesuatu.

“Kalau begitu, sampai jumpa di hari minggu!”

“… Baik.”

Begitulah, aku meninggalkan ruang staff secepat mungkin setelah mengucapkan selamat tinggal padanya, yang sepertinya masih berpikir keras.

Sebagai referensi, segera setelah aku pergi, para profesor yang berdiri linglung di lorong mulai masuk ruangan lagi satu per satu.

Mungkin, aku harus memikirkan cara untuk meningkatkan otoritas para profesor juga.

.

.

.


Bagian 2

Waktu berlalu, dan sebelum aku menyadarinya, pelajaran terakhir di kelas dimulai.

Di pelajaran terakhir, kelihatannya Isolet sibuk hingga tidak menghadiri kelas, meninggalkan kami untuk belajar sendiri. Namun tentu saja, para bangsawan lebih memilih mengobrol daripada belajar.

“Karena itulah! Ketika orang yang mabuk waktu itu …!”

“Astaga, seriusan?”

“Pfft … lucu sekali …”

Bermacam-macam sirkel mulai bermunculan di jam terakhir.
(TL/n: sirkel di sini merupakan istilah yang artinya lingkaran/kelompok/grup sosial. Btw istilah ini sangat populer belakangan ini (2020-2022), jadi sengaja aku pake wkwk.)

“Jadi Tuan Frey … jika anda punya waktu, tolong bergabung dengan kami setelah kelas berakhir …”

“… Um, profesor bodoh itu tidak mengatakan apapun, kan? Jangan terlalu khawatir …. Kami ada dipihak anda.”

“Aku tidak percaya seseorang menanggapi hal semacam bros ini dengan serius … pasti salah satu dari rakyat jelata itu. Haruskah kita menginvestigasi mereka satu per satu?”

Jujur saja, tidak ada yang bisa kulakukan tentang ini.

Karena aku dikelilingi para bangsawan yang asyik mengobrol satu sama lain.

Tergantung bagaimana cara melihatnya, mungkin aku tampak seperti sedang dianiaya oleh para bangsawan. Namun kenyataannya, ini adalah cara mereka agar aku bergabung dengan sirkel mereka.

Tidak seperti para murid biasa yang duduk diam di belakangku, sedang membaca atau mengulas buku-buku. Melihat murid-murid bangsawan yang berbaris dan terus memujiku, darahku mulai naik ke kepala. Sayangnya tidak ada yang bisa kulakukan mengenai hal ini.

Untuk menjadi seorang False Evil, aku perlu menjadi pemimpin dari sekelompok sampah ini.

— thud!

Tepat ketika aku menghadapi para murid aristokrat satu persatu, mencoba meredakan amarahku, pintu kelas terbuka dan seseorang masuk ruangan.

“…….”

Dan di momen itulah, para bangsawan yang berisik diam membeku.

Ini karena orang yang baru masuk kelas adalah seorang putri ketiga Kekaisaran, Clana Solar Sunrise.

Dengan rambut dan mata pirangnya yang berseri, yang menjadi simbol dari keluarga Kekaisaran dari Kekaisaran Sunrise, dan wajah sombongnya yang membuat siapapun yang melihatnya terpesona. Dia mempunyai aura yang dapat menarik perhatian orang banyak dalam sekilas …

“… Aku menemukan bar yang bagus di sekitar, aku yang traktir! Jadi ayo lupakan apa yang terjadi hari ini dan mari nikmati suasana di sana, bagaimana semua?”

“… Aku dengar porfesor sedang di kondisi tidak dihargai oleh keluarga Bywalker? Kalau begitu, jujur saja, dia tidak terlalu menjadi masalah, bukan?”

“Yah, meski begitu, dia masih punya keterampilannya.”

“Namun, jika kamu menyaksikan duel tadi … bukankah jelas terlihat kalau Tuan Frey lebih kuat darinya? Anda luar biasa, Tuan Frey!”

“Itu benar! Aku yakin dia hanya malu dikalahkan, jadi dia menggunakan bros yang diletakkan seseorang pada baju Tuan Frey sebagai alasan!”

Para aristokrat yang meliriknya sebentar, mengalihkan pandangan mereka lalu bolak-balik melihat antara aku dan Clana. Setelah itu mereka melanjutkan obrolan yang sebelumnya.

“…….”

Mereka memperlakukan putri Kekaisaran layaknya orang asing dan tidak meliriknya lagi sampai dia duduk di kursi yang kosong.

Ya, para bangsawan itu sudah melakukan penilaiannya sekarang.

Daripada seorang putri Kekaisaran yang hanya menjadi boneka di paling bawah garis suksesi, lebih bermanfaat untuk bergabung dengan faksiku, seorang putra pertama dari keluarga Duke Starlight, yang memegang kekuatan besar di Kekaisaran seribu tahun lamanya. Bahkan keluarga kekaisaran-pun tidak bisa memperlakukan bagian keluargaku dengan sembarangan.

“…….”

Sebagai tambahan, murid-murid biasa-pun tidak menghampirinya.

Meskipun para bangsawan membencinya, posisi Clana tidak terlalu menonjol untuk murid-murid biasa yang hanya warga Kekaisaran.

“……..”

Kania dan Perloche-pun juga tidak menghampirinya.

Kania merupakan seorang warlock, jadi jika dia menjadi dekat dengan Clana dan Perloche, yang punya kekuatan matahari, mananya mungkin dapat lepas kendali. Sementara itu Perloche enggan menghampirinya karena dia merasa lelah berada di antara kekuasaan rumit gereja dan keluarga Kekaisaran di timeline sebelumnya.

Dengan kata lain, sekarang dia benar-benar menjadi penyendiri di kelas.

“Aku sudah pernah berhasil sekali …”

Namun, aku mendengar jelas …

“… tidak ada yang tidak bisa dilakukan dua kali.”

… Apa yang dia gumamkan dengan tatapan penuh tekad itu.

‘… Dalam hal apapun, dia merupakan orang yang luar biasa.’

Jika tunanganku adalah model jenius alam, maka putri Kekaisaran secara harfiah adalah contoh orang yang bekerja keras.

Dia dikenal sebagai putri penyendiri, paling bawah di garis suksesi. Namun, di timeline sebelumnya, dia menutup rapat mulutnya dan memperluas basis pendukungnya, sambil mengasah kapabilitas bertarungnya dengan berlatih sangat keras.

Melalui usaha dan kerja kerasnya, dia membuat semua orang terkejut dengan meraih posisi pertama garis suksesi. Meski demikian, prestasi ini membuat kepribadiannya berubah dari yang dulunya imut menjadi seseorang yang dingin.

Namun, kepribadiannya yang dulu menggemaskan terkadang muncul kembali, terkenal sebagai atraksi paling lucu dari istana Kekaisaran yang menyambutnya sebagai permaisuri baru.

Hingga Raja Iblis menghancurkan segalanya.

“…….”

Saat aku mengenang masa itu sejenak, sang putri menatapku.

Saat aku segera menghindari tatapannya, aku mulai khawatir tentang dilema yang tiba-tiba muncul di kepalaku.

‘… Haruskah aku menghalangi putri Kekaisaran untuk menyebarkan pengaruhnya? Atau sebaliknya?’

Jika aku membiarkan sang putri memperluas pengaruhnya, kehidupanku akan semakin terancam. Namun jika aku melakukan sebaliknya, aku akan menyebabkan masa depan Kekaisaran dalam bahaya.

Karena pewaris tahta lainnya adalah putra-putra sah dari para jalang.

‘… Ini benar-benar membuatku gila.’

Bagaimana mungkin itu terasa seperti tidak ada yang terselesaikan sementara masalah lagi dan lagi bermunculan.

‘… Dog shit game.’

“Maaf? Apa yang barusan anda katakan?”

“Tidak, bukan apa-apa. Omong-omong, apa kamu bilang sesuatu soal bar sebelumnya …?”

Aku tidak sengaja mengatakan istilah yang sering digunakan leluhurku dalam buku ramalannya dan setuju untuk pergi minum-minum bersama para bangsawan.

Aku ingin tidur nyenyak hari ini setelah minum-minum hingga fajar tiba.

.

.

.


Bagian 3

“… Tuan Muda, anda sudah pulang.”

“… Oh, ya. Ternyata kamu juga di sini.”

Aku lupa Kania tinggal bersamaku. Dia bahkan menungguku dengan mata terbuka hingga aku kembali setelah minum-minum hingga fajar.

“… Kalau begitu, saya akan menyiapkan tempat mandi untuk anda.”

“Tidak perlu. Pergilah keluar.”

“Baiklah, kalau begitu saya akan tidur di kasur ekstra.”

“Tidak, keluar dari ruangan ini.”

“Kalau begitu selamat malam.”

“… Persetan.”

Sudah lama aku tidak mengeluarkan kalimat kasar, tapi segera aku menyadari bahwa ini akan menghasilkan poin false evil, jadi aku menenangkan pikiranku sambil berbaring di kasur.

‘… Aku akan berbaring seperti ini hingga Kania tertidur, lalu aku akan mentransfer life force-ku secukupnya untuk besok dan tidur.’

Saat aku berbaring di kasur sambil berpikir, aku menemukan boneka kucing hitam di atas meja.

“… Hey, kenapa ini di sini?”

“Maksud anda boneka itu?”

Saat aku bertanya sambil menunjuk boneka itu, Kania menjawab dengan senyuman.

“… Itu merupakan hadiah dari adik saya. Imut, bukan?”

“Cih, kucing hitam … membawa sial.”

Sebenarnya aku menyukai kucing, tapi aku berbohong tanpa menyadarinya. Mungkin karena aku terbiasa berbohong untuk hidup sebagai villain.

‘… ini menyedihkan.’

Saat aku merasa depresi dengan rasa mabuk yang tercampur suasana larut malam, pelan-pelan aku mematikan lampu di samping kasur, menutup mataku, lalu pura-pura tidur.

.

.

.


Bagian 4

Jadi, setelah Kania dan Frey pergi ke kasur masing-masing.

“… Apa kamu tertidur?”

“…….”

Frey, yang terbaring diam dengan matanya tertutup, bertanya pada Kania. Setelah mengonfirmasi bahwa dia tidak merespon, dia pelan-pelan berdiri.

“Oke, aku yakin kamu sudah tertidur nyenyak.”

Frey bisa dengan mudah tahu apakah Kania sudah tidur atau masih terbangun, karena rutinitasnya mentransfer life force pada Kania saat dia tertidur, Setelah memastikan Kania tertidur, dia berbalik dan mulai berjalan menuju kasur ekstra.

“… Baiklah, kamu pasti sudah tidur.”

“Kalau begitu, haruskah kita mulai?”

Akhirnya, Frey tiba di samping kasur ekstra, lalu perlahan mengulurkan tangannya ke Kania yang sedang tertidur lelap.

Dan sosok Frey yang seperti itu tercermin di mata boneka kucing hitam yang tergeletak di atas meja.

“…….”


Navigasi

< Sebelumnya  |  Selanjutnya >

DAFTAR CHAPTER

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heeriye - Jasleen Royat ft. Arijit Singh | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Happy End (ハッピーエンド) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia

Mr. Perfect (ミスターパーフェクト) - back number | Lirik Lagu & Terjemahan Indonesia